Tuesday, January 29, 2013

Buaya Tak Pernah Ingkar Janji


Apa kabar, Kamu? Iya, aku kangen kamu. Iya,aku juga tidak tahan berlama-lama tak bertegur sapa denganmu.

Kalau kamu masih menganggap aku seperti buaya, silakan saja. Buaya itu dalam bahasa Inggris disebut alligator. Oh, sudah tahu? Iya, ada juga yang disebut crocodile, tapi berbeda jenis. Bukan, aku bukan ingin membahas tentang perbedaan alligator dan crocodile, apalagi membicarakan merk pakaian dalam pria. Kamu tahu, tidak? Alligator atau buaya itu dikenal sebagai hewan yang setia sama satu pasangan saja seumur hidupnya. Jadi kalau kamu sebut aku buaya, aku tak akan marah. Aku juga setia sama satu pasangan saja. Meski tidak pernah tahu apakah akan setia seumur hidup atau tidak, tapi selama aku menjalin komitmen dengan seseorang, maka hanya dengan dia kesetiaanku kujaga.

Kamu jangan tertawa. Aku bukannya senang kamu samakan dengan hewan. Aku takut buaya. Bagiku, buaya itu hewan menyeramkan yang tidak ada lucunya sama sekali. Oh, kamu tertawa bukan karena itu? Kamu menertawakan kesetiaan yang kukatakan barusan? Tentu saja aku setia, aku cuma punya kamu. Biarpun aku tampan begini, aku masih ingat aturan-aturan yang membatasiku. Masih kurang cukupkah untuk bisa kamu anggap setia?

Jangan pernah percaya dengan apa yang kamu dengar dari orang lain. Bagaimana kamu bisa percaya pada orang-orang yang bahkan hal-hal yang tidak mereka katakan saja tidak sepenuhnya benar? Jangan pernah mengambil kesimpulan sendiri dari apa yang kamu lihat dan rasakan. Kamu harus lebih percaya padaku. Kamu bahkan harus lebih percaya ke dirimu sendiri bahwa pesonamu terlalu kuat dan mampu menahanku untuk tidak berpaling darimu. Meski aku kadang terlihat tak dapat menahan diri untuk tidak tertarik dengan yang lain, percayalah bahwa saat aku bilang aku mencintaimu, aku sungguh mencintaimu. Mereka yang kadang menemaniku saat kamu sedang tak bisa, hanyalah teman-teman yang kutemui 1-2 kali saja. Mereka yang kadang menelepon dan mengirim pesan mesra padaku adalah teman-teman yang kukenal dari dunia maya. Mereka bukan siapa-siapa. Apakah aku dan mereka ada apa-apa atau tidak, itu hanya masalah persepsi.

Aku tidak pernah berselingkuh hingga melibatkan emosi. Aku juga tidak pernah main hati dengan orang lain, karena main hati tidak memberi manfaat apapun untukku. Aku lebih suka main tangan atau main anggota tubuh lainnya. Bahkan denganmu, aku pun tidak main hati. Yang kupercaya, hati bukan mainan. Hatimu kau percayakan padaku untuk kujaga. Denganmu, aku jaga hati, bukan main hati.

Aku menikmati kecemburuanmu, maka teruslah mencemburuiku sedikit saja. Selalu menjaga cinta kita tetap di tempatnya, itu janjiku. Seperti buaya, aku tidak ingkar janji. Janjimu? Berjanjilah untuk selalu jadi koala kecilku.


27 Januari
― si perayu yang sok laku

No comments: